Berita Agenda Forum Gallery Kontak Buku Tamu Polling


Telepon Penting
(0383)
Polres41110
RS/Ambulans41118
PMK41113
Telkom/Informasi41108
Telkom/Gangguan41117
Pelabuhan41031
Pos & Giro41122
PLN/Gangguan41023
 

Pemerintah Kabupaten Lembata

DINAS KOPERASI, USAHA KECIL/MENENGAH DAN PERINDAG
Jl. Trans Lembata, Kelurahan Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata - NTT - 86692
TELP / FAX            : 0383 - 41425


<<< Back
 TUGAS POKOK DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA BERDASARKAN :
1.      PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH ( LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA TAHUN 2008 NOMOR 3 SERI D NOMOR 2 );
2.      PERATURAN BUPATI LEMBATA NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KOPERASI, UKM, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN LEMBATA;

>> Data Personil Organ
>>  Struktur Organisasi Dinas Koperasi, UKM dan Perindag

PERKEMBANGAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH
KABUPATEN LEMBATA

    1. PENDAHULUAN

      Dengan dikeluarkannya UU RI No.52 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kabupaten Lembata, telah memberi peluang sekaligus menjadi modal dasar dalam percepatan pembangunan di segala bidang, termasuk bidang perkoperasian dan UKM, hal ini ditandai dengan peningkatan yang cukup significant baik kualitas maupun kuatitasnya.

      Untuk dapat diketahui perkembangan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kabupaten Lembata maka berikut ini dapat digambarkan sebagai berikut :

      1. Kondisi Koperasi dan UKM


        1. Perkembangan Koperasi (lihat tabel)
        2. Perkembangan UKM (lihat tabel)

      2. Program dan kegiatan

        Program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung pengembangan koperasi dan UKM antara lain digambarkan sebagai berikut:

        1. Kualitas SDM baik pada kalangan aparat pembina maupun dikalangan gerakan koperasi dan UKM merupakan factor yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan dibidang perkoperasian dan UKM sejalan dengan Catur program Pokok pembangunan Kabupaten Lembata yang pertama yakni Peningkatan SDM, maka dinas Koperasi sejak pembentukannya melalui Perda Kabupaten Lembata NO. 21 Tahun 2001 telah memprogramkan kegiatan berupa:


          1. Diklat Akuntansi melalui 2 (dua) angkatan dengan melibatkan pengurus / pengelola koperasi sebanyak 50 orang.
          2. Diklat kewirausahan melalui 1 (satu) angkatan dengan melibatkan pengurus dan manajer sebanyak 25 orang.
          3. Magang keluar Daerah Propinsi (di Makasar) dengan melibatkan pengurus koperasi sebanyak 15 orang dan magang perbengkelan sepeda motor bagi pengelola bengkel KSU Pemuda Mandiri sebanyak 5 orang.
          4. Magang local bagi pengurus dan juru buku dari koperasi – koperasi baru dan pra koperasi, pada koperasi – koperasi di Kabupaten Lembata yang dinilai layak oleh Dinas Koperasi dan PK/M kabupaten Lembata sebagai tempat magang. Magang local tersebut telah dilaksanakan selama 3 Tahun berturut – turut:


            • Magang tahun pertama tahun 2003, melibatkan 45 orang, dilaksanakan dalam 3 tahapan pada 3 koperasi dengan masing – masing koperasi tempat magang menyerap 5 orang peserta, dibimbing selama satu minggu.
            • Magang pada tahun ke 2 (dua ) Than 2004, melibatkan 45 orang pengurus dan juru buku. Magang dilaksanakan dalam 2 tahapan pada 6 koperasi yang dinilai layak. Waktu magang setiap tahapan adalah 1 minggu.
            • Magang pada tahun ke tiga tahun 2005, melibatkan 60 orang peserta yang berasal dari unsure bendahara dan juru buku, pada 10 koperasi yang dipandang layak, melalui satu tahapan dengan lamanya magang 1 minggu.


        2. Perkuatan Modal

          Dalam rangka peningkatan peran dan pelayanan koperasi dan UKM kepada masyarakat dan anggota koperasi pada khususnya maka Dinas Koperasi dan PK/M Kabupaten Lembata memfasilitasi koperasi dan UKM guna memperbesar akses permodalan melalui kegiatan - kegiatan antara lain:


          1. Menggalakan simpanan dan tabungan anggota sebagai upaya pemupukan modal dari dalam koperasi sendiri.
          2. Mengakses modal dari luar koperasi dengan prioritas dana yang berasal dari Pemerintah, dengan pola dana bergulir antara lain:


            • Dari dana DAU Kabupaten Lembata dengan total dana Rp.1.330.000.000
            • Dari dana Dekon dengan total dana Rp.285.000.000
            • Dari kementrian Koperasi dengan total dana Rp.3. 300.000.000


        Total dana bergulir di Kabupaten Lembata yang berasal dari Pemerintah Rp.4.915.000.000


    2. PROGRAM UNGGULAN

      Dalam rangka pemulihan ekonomi yang hancur sebagai akibat krisis ekonomi berkepanjangan yang menimpah negara kita, maka peran KUKM sangatlah penting dan strategis, hal ini sangat beralasan karena ketika krisis ekonomi menimpah negara kita, KUKM lah yang mampuh bertahan bahkan lebih dari itu KUKM telah menjadi katub pengamanan dari krisis sehingga ekonomi negara kita dapat di selamatkan dari kehancuran secara total. Oleh karena itu maka peran KUKM perlu diperkuat dengan ditingkatkan melalui program unggulan. Di Kabupaten Lembata telah dilaksanakan 2 ( dua ) program unggulan yakni:

      1. Program Pengembangan sentra UKM rumput laut dengan dukungan dana MAP dan BDS yang diterima KSU Pesisir Lomblen dan BDS Yayasan Nuru Nuan masing – masing Rp.350.000.000 dan 50.000.000.
        Jumlah UKM pembudi daya rumput laut di Kabupaten Lembata yang terwadahi di KSU Pesisir Lomblen sebanyak 314 orang tersebar pada 51 desa pesisir dari 69 desa pesisir yang terdapat di Kabupaten Lembata dengan total produksi lebih dari 300 ton per sekali panen.
      2. Program Agri Bisnis dengan dana Rp. 1.000.000.000 diterima oleh KSP/Kopdit ANKARA. Jumlah anggota terlayani telah mencapai 84 orang dari keseluruhan anggota sebanyak 2.888 orang dengan total omset Rp. 265.000.000.

      Angsuran pokok sebesar Rp. 258.644.700 dan bunga sebesar Rp. 39.333.250.


    3. Walaupun KUKM telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan, namun masih terdapat pula kendala dan hambata yang perlu yang perlu solusi pemecahannya yakni :

      1. Masih rendahnya SDM, khususnya dikalangan gerakan koperasi dan UKM.
      2. Kurang berkembangnya jiwa dan semangat kewirausahaan pengurus dan pengelola dan pengelola koperasi serta pengusaha kecil menengah.
      3. Keterbatasan modal.
      4. Belum adanya peraturan-peraturan yang mengatur tentang persaingan yang sehat dan adil.
      5. Masih sangat lemah akses informasi pasar oleh KUKM.
      6. Partisipasi anggota koperasi yang masih rendah.

Perkembangan Koperasi

No
Uraian
Kondisi awal otonomi 31 Des’1999
Kondisi Per 31 Des’2004
Perkembangan
1. Jumlah Koperasi Terdiri dari :
20 buah
94 Buah
74
370
• Koperasi BH
17 buah
35 Buah
18
105,8
• Koperasi belum BH
3 buah
61 Buah
58
1,933,3
2. Jumlah anggota Terdiri dari :
10.190 orang
17.705 Orang
7.715
73,7
• Koperasi BH
9.926 Orang
14.755 Orang
4.829
48,6
• Koperasi Belum BH
264 Orang
2.950 Orang
2.686
1.017,4
3. Jumlah Koperasi zang mlaksanakan RAT Terdiri Dari:
16 Koperasi
66 Kop
50
312,5
• Koperasi BH
15 Koperasi
32 Kop.
17
113,3
• Koperasi Belum BH
1 Koperasi
34 Kop.
33
3.300
4. Jumlah Pengurus Terdiri dari:
65 Orang
216 orang
151
232,3
• Koperasi BH
56 Orang
114 Orang
58
103,5
• Koperasi Belum BH
9 Orang
102 Orang
93
1.033,3
5. Jumlah Pengawas Terdiri dari:
60 Orang
180 Orang
120
200
• Koperasi BH
51 Orang
153 Orang
102
200
• Koperasi Belum BH
9 Orang
27 orang
18
200
6. Jumlah Manajer Terdiri Dari :
15 Orang
38 Orang
153,3
153,3
• Koperasi BH
15 orang
32 Orang
17
113,3
• Koperasi Belum BH
~
6 Orang
6
100
7. Jumlah Karyawan Terdiri dari:
49 Orang
118 Orang
69
140,8
• Koperasi BH
48 Orang
89 Orang
41
85,4
• Koperasi Belum BH
1 Orang
29 Orang
28
2.800
8. Jumlah Modal Sendiri Terdiri dari (Rp):
1.621.519.186
4.422.752.573
2.801.233.387
172,7
• Koperasi BH
1.432.083.486
3.563.745.073
2.131.661.587
59,8
• Koperasi Belum BH
189.435.700
859.007.500
669.571.800
353,4
9. Jumlah Modal Luar Terdiri dari (Rp):
2.651.250.000
6.277.073.937
3.625.823.937
136,7
• Koperasi BH
2.651.250.000
5.814.531.437
3.163.281.437
119,3
• Koperasi Belum BH
~
462.542.500
462.542.500
100
10. Jumlah Volume Usaha (Rp):
2.563.194.711
10.550.028.900
7.986.834.189
315,5
• Koperasi BH
2.222.210.461
8.524.853.650
6.302.643.189
283,6
• Koperasi Belum BH
340.984.250
2.025.175.250
1.684.191.000
493,9
11. Jumlah SHU Terdiri dari (Rp):
196.351.302
655.570.974
459.219.720
233,8
• Koperasi BH
169.515.112
534.249.974
364.734.972
215,1
• Koperasi Belum BH
26.836.300
121.312.000
94.484.700
352
12. Jumlah asset Terdiri dari (Rp):
4.469.121.226
11.355.397.484
6.886.276.258
154
• Koperasi BH
4.252.849.088
9.912.526.484
5.659.677.396
133
• Koperasi Belum BH
216.272.138
1.442.871.000
1.421.243.762
657,1

Perkembangan UKM

No
URAIAN
KONDISI AWAL OTDA 31 DES 1999
KONDISI TERAKHIR 31 DES 2004
PERKEMBANGAN
Potensi
Yang dibina
Potensi
Yang dibina
Potensi
Yang dibina
1. Jumlah Pengusaha Kecil Terdiri dari: 512 15 714 56 202 41 39,4 273,3
• Sektor Perdagangan 430 15 546 44 116 29 26,9 193,3
• Sektor Industri Pertanian 52 - 83 5 31 5 59,6 100
• Sektor Industri Non Pertanian 29 - 57 4 28 4 96,5 100
• Sektor Aneka Jasa 11 - 28 3 17 3 154,5 100
2. Jumlah Pengusaha menengah Terdiri dari: 11 - 26 2 15 4 136,3 100
• Sektor Perdagangan 9 - 20 2 11 2 122,2 100
• Sektor Industri Pertanian 1 - 3 - 2 - 200 0
• Sektor Industri 1 - 2 - 1 - 100 0
• Sektor aneka Jasa - - 1 - 1 - 1 0


Data-data Pendukung :
¤ Data Perkembangan Dana Bergulir BBM, Lembata Th.2000
¤ Data Perkembangan Dana Bergulir BBM, Lembata Th.2001
¤ Data Perkembangan Dana Bergulir BBM, Lembata Th.2003
¤ Data Perkembangan Dana Bergulir BBM, Lembata Th.2004
 
Pantai Tanatereket

Agenda

Polling
penilaian anda terhadap website ini
sangat baik
baik
biasa saja
kurang baik
sangat tidak baik
 

 

Copyrights © 2005
Halaman Utama