Bank Sampah Cahaya Agate Resmi Beroperasi, Bupati Lembata Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Bank Sampah Cahaya Agate Resmi Beroperasi, Bupati Lembata Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

By noc-lembata 31 Jul 2025, 16:15:44 WIB, Dibaca: 767 Kali, Dikomentari: 0 Kali   Pemerintahan   
Bank Sampah Cahaya Agate Resmi Beroperasi, Bupati Lembata Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Keterangan Gambar : Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, S.P, bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir, S.Sos meresmikan operasional Bank Sampah Cahaya Agate Waikomo


Lembata – Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, S.P, bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir, S.Sos meresmikan operasional Bank Sampah Cahaya Agate Waikomo dalam sebuah acara sederhana namun bermakna di Kelurahan Lewoleba Barat, Rabu (30/7/25).

Peresmian ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pemerintah daerah yang sebelumnya diawali dengan peninjauan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bunga Bali di Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, bersama tim dari Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Usai meninjau TPA, rombongan melanjutkan perjalanan ke Waikomo untuk menghadiri launching Bank Sampah Cahaya Agate. Di lokasi kegiatan, Bupati dan Wabup bersama perwakilan KLHK juga meninjau tumpukan barang rongsokan, yang menunjukkan betapa pentingnya pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Plt. Asisten II Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Donatus Boli, Korwas SMA/SMK, Kepala Kesatuan Pengelola Hutan Kabupaten Lembata, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, sejumlah pimpinan OPD, Camat Nubatukan, dan Lurah Lewoleba Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Kanisius menyoroti seriusnya dampak sampah plastik terhadap kesehatan masyarakat, terutama kaitannya dengan penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Masalah sampah plastik merupakan tantangan besar. Jika tidak ditangani dengan baik, akan menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat, seperti kasus DBD yang pernah merenggut nyawa warga kita,” tegas Bupati.

Bank Sampah Cahaya Agate sendiri telah beroperasi secara mandiri sejak tahun 2022. Kehadirannya dilatarbelakangi peristiwa duka, di mana seorang warga meninggal akibat DBD. Survei dari Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa genangan air di tumpukan sampah plastik menjadi salah satu penyebab utama berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.

Peristiwa tersebut menggugah kesadaran kolektif warga Waikomo. Dipelopori oleh tokoh lingkungan Ady Lein, masyarakat mulai mengelola sampah rumah tangga seperti plastik, kardus, seng bekas, hingga barang rongsokan lainnya.

Saat ini, Bank Sampah Cahaya Agate telah mengumpulkan berbagai jenis sampah daur ulang seperti besi tua, aluminium, kertas, hingga botol plastik dan kursi bekas. Hasil penjualannya disalurkan untuk kepentingan sosial, antara lain pembangunan posyandu dan penataan lapangan sepak bola.

Namun, pengelola mengaku masih menghadapi kendala teknis, terutama dalam proses pengepakan sampah. Mereka berharap Pemerintah Daerah dapat mendukung pengadaan alat press hidrolik dan mesin pencacah plastik guna meningkatkan efisiensi kerja.

Ady Lein juga menyampaikan bahwa partisipasi warga dan petugas kebersihan kelurahan selama ini sangat membantu. Ke depan, ia menargetkan pendirian bank sampah serupa di seluruh kelurahan dan desa di Kabupaten Lembata.

“Selain menciptakan lapangan kerja lokal dan meningkatkan kesadaran lingkungan, bank sampah ini juga menjadi solusi konkret atas masalah sampah plastik yang terus menghantui Lembata,” ungkap Ady.

Menanggapi hal ini, Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dan peran aktif Dinas Lingkungan Hidup dalam mendampingi serta mengedukasi warga.

“Kami mengapresiasi semangat masyarakat dan dukungan DLH dalam mewujudkan gerakan lingkungan yang berdampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan. Kami mendorong peningkatan dukungan fasilitas pengelolaan sampah untuk menunjang operasional bank sampah,” ujar Bupati Kanisius.

ktorat Mitigasi Perubahan Iklim KLHK juga memberikan dukungan dan berharap Bank Sampah Cahaya Agate dapat menjadi model percontohan untuk wilayah lain di Nusa Tenggara Timur, khususnya dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan sampah plastik.

Dengan peresmian ini, Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan komitmennya terhadap pembangunan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. (Kominfo Lembata)





Lihat Semua Komentar

Tulis Komentar

AGENDA TERKINI

GALLERY FOTO

JEJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut anda website Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata ini?
  Sangat Bagus
  Bagus
  Kurang

Web Counter

Flag Counter