<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata</title> 
				<description>Lembata – Kabupaten kepulauan di Nusa Tenggara Timur yang dikenal dengan budaya, alam, dan potensi ekonominya. Temukan informasi resmi, destinasi wisata, budaya, dan identitas daerah Lembata melalui portal pemerintah Kabupaten Lembata.</description>
				<link>https://www.lembatakab.go.id/</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>IKM Puskesmas Lewoleba Raih Nilai 79,96, Mutu Pelayanan Kategori Baik</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/ikm-puskesmas-lewoleba-raih-nilai-7996-mutu-pelayanan-kategori-baik</link>
						                <description>LEMBATA – Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada Puskesmas Lewoleba, Kabupaten Lembata, Semester II Tahun 2025 mencapai 79,96 dengan Mutu Pelayanan B dan Kinerja Unit Pelayanan Baik. Hasil ini menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Lewoleba berada pada kategori baik.Survei kepuasan masyarakat tersebut melibatkan 154 responden yang terdiri dari 75 laki-laki dan 79 perempuan. Pelaksanaan survei dilakukan selama periode Agustus hingga Oktober 2025.Capaian nilai IKM ini menjadi gambaran positif atas upaya peningkatan kualitas layanan yang terus dilakukan Puskesmas Lewoleba dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.Pihak Puskesmas Lewoleba menyampaikan terima kasih atas penilaian dan masukan yang telah diberikan masyarakat. Saran serta evaluasi dari pengguna layanan dinilai sangat penting sebagai bahan perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan mutu pelayanan di masa mendatang.




Pemerintah Kabupaten Lembata terus mendorong seluruh unit pelayanan publik untuk menjaga kualitas layanan, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, ramah, dan berkualitas.</description>
					                </item><item>
						                <title>Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis Hadir di Kabupaten Lembata, Pendaftaran Dibuka Hingga 30 April 2026</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/bakti-sosial-operasi-katarak-gratis-hadir-di-kabupaten-lembata-pendaftaran-dibuka-hingga-30-april-2026</link>
						                <description>Pemerintah Kabupaten Lembata menyampaikan kepada masyarakat bahwa akan dilaksanakan kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Lanjut Usia dan Sentra Efata Kupang pada 7 sampai 9 Mei 2026 di Kabupaten Lembata.Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak maupun pteregyum, khususnya bagi warga yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.Peserta dari kelompok Desil 1 sampai 5 akan memperoleh fasilitas berupa transportasi, konsumsi, serta penginapan sesuai ketentuan. Sementara masyarakat lanjut usia non ASN/TNI/POLRI pada kategori tertentu juga dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti operasi gratis.Pendaftaran dapat dilakukan melalui Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Puskesmas, pendamping sosial, serta lembaga keagamaan di Kabupaten Lembata.Batas akhir pendaftaran: 30 April 2026.Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Arfian: +62 812-4158-1768
Anita: +62 821-4762-5022





Pemerintah mengajak masyarakat yang membutuhkan untuk segera mendaftar dan memanfaatkan kesempatan ini demi kualitas hidup yang lebih baik.</description>
					                </item><item>
						                <title>Bupati Lembata Dorong Penyuluh Pertanian Tingkatkan Produksi Pangan dan Kesejahteraan Petani</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/bupati-lembata-dorong-penyuluh-pertanian-tingkatkan-produksi-pangan-dan-kesejahteraan-petani</link>
						                <description>Lewoleba, Kamis 23 April 2026 – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Kabupaten Lembata resmi dikukuhkan dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Olympic Ballroom, Kamis (23/04/2026). Pengukuhan dilakukan oleh Wakil Ketua DPW PERHIPTANI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jose De Aurojo Freitas, S.Pt.Kegiatan yang dirangkaikan dengan temu pisah tersebut mengusung tema “Wajah Lama Semangat Baru, Satu Tekad dalam Kebersamaan, Memajukan Pertanian Kabupaten Lembata.”Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P., Wakil Ketua DPW PERHIPTANI Provinsi NTT Fernando Jose Lemos Osorio Soares, Kepala Bappelitbangda drh. Mathias A.K. Beyeng, Sekretaris Dinas Kominfo Fransiskus Bonefasius Dangku, unsur dewan etika, dewan pembina, dewan pakar, serta pimpinan OPD terkait.Berdasarkan Surat Keputusan tertanggal 23 Juni 2025, Lino Marques Gabral, S.ST resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD PERHIPTANI Kabupaten Lembata bersama jajaran pengurus lainnya.Ketua Panitia Pengukuhan, Irenius Ola Samon, S.Pt., dalam laporannya menyampaikan bahwa PERHIPTANI merupakan organisasi profesi penyuluh pertanian yang berfungsi sebagai wadah perjuangan, pengembangan kapasitas, serta penghimpun gagasan, pengetahuan, keahlian, dan pengalaman di bidang penyuluhan pertanian.“PERHIPTANI hadir untuk mengembangkan ilmu penyuluhan pertanian dan penerapannya bagi kemajuan pertanian yang progresif demi kemakmuran masyarakat,” ujarnya.Sementara itu, Wakil Ketua DPW PERHIPTANI Provinsi NTT Jose De Aurojo Freitas menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi awal dari tanggung jawab besar.“PERHIPTANI sebagai organisasi profesi memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian, memperkuat kelembagaan petani, serta menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,” kata Freitas.Ia berharap seluruh pengurus yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat pengabdian tinggi. Menurutnya, Kabupaten Lembata memiliki potensi pertanian yang besar, meskipun masih menghadapi tantangan keterbatasan air. Karena itu, PERHIPTANI diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi teknologi dan pemberdayaan petani secara berkelanjutan.Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., dalam sambutannya menyampaikan proficiat kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa PERHIPTANI memiliki peran strategis sebagai wadah para penyuluh pertanian dalam meningkatkan profesionalisme serta menjadi jembatan antara pemerintah dan petani.“Saya berharap kepengurusan ini bekerja dengan penuh tanggung jawab dan merangkul semua anggota, agar seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Lembata tetap solid, inovatif, dan responsif,” ujar Bupati.Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas pertanian daerah. Ia menyebut produksi padi di Kabupaten Lembata saat ini baru mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sekitar empat bulan, sementara kebutuhan beras masyarakat mencapai 900 ribu hingga 1 juta kilogram per bulan.“Kita ingin indeks pertanaman jagung dan padi meningkat. Kalau selama ini satu kali tanam, mudah-mudahan ke depan bisa dua kali bahkan tiga kali,” tegasnya.Selain itu, untuk komoditas jagung, Kabupaten Lembata masih tergolong surplus meskipun mengalami kekurangan pada musim paceklik. Sedangkan kebutuhan daging dan telur ayam masih harus dipasok dari luar daerah.Menurut Bupati, tantangan tersebut membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan para petani. Ia meminta seluruh penyuluh pertanian bekerja sungguh-sungguh, hadir di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) pada setiap kecamatan, serta aktif mendampingi petani.“Dampingi dan transfer ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi kepada para petani. Saudara-saudara harus menjadi agen perubahan yang mampu mendorong petani lebih adaptif terhadap teknologi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat ketahanan pangan daerah,” tandasnya.Bupati juga menegaskan bahwa pembangunan saat ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, hasil pembangunan tersebut mulai terlihat dari membaiknya indikator makro daerah, seperti menurunnya angka kemiskinan, turunnya pengangguran terbuka, dan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat.Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus DPD PERHIPTANI Kabupaten Lembata dan berharap organisasi tersebut mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat.“Selamat kepada para penyuluh yang telah dikukuhkan. Bekerjalah dengan hati,” tutup Bupati.</description>
					                </item><item>
						                <title>Warga Pasar Hadakewa Bersyukur: Bupati Lembata Hadir, Keluhan Kesehatan dan Ekonomi Didengar Langsung</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/warga-pasar-hadakewa-bersyukur-bupati-lembata-hadir-keluhan-kesehatan-dan-ekonomi-didengar-langsung</link>
						                <description>Lembata — Di tengah hiruk-pikuk Pasar Hadakewa, Sabtu pagi (18/4/2026), terdengar sapaan hangat Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, kepada para pedagang dan pengunjung. Ia tak sekadar hadir untuk membuka acara Temu Alumni mahasiswa STIPAS Keuskupan Agung Kupang, tapi juga untuk menyerap langsung keluhan warga tentang kesehatan dan ekonomi.Di lapak-lapak kecil yang menjual sayur, ikan, dan kebutuhan sehari-hari, Bupati menyalami pedagang satu per satu, menanyakan kabar usaha mereka, sekaligus memberikan edukasi singkat tentang jual beli yang sehat dan tertib. Beberapa pedagang, yang biasanya hanya bertemu aparat pemerintah melalui surat atau laporan formal, tampak tersenyum lega.“Kehadiran Bapa Bupati membuat kami merasa didengar, bukan sekadar formalitas,” kata seorang pedagang sayur berusia 42 tahun. Lanjut pedagang yang lain,“Kami bisa langsung bertanya soal program jagung pemerintah dan tips menjaga kesehatan.”Tak jauh dari lapak, warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Puskesmas Hadakewa juga mendapat perhatian langsung. Bupati berdialog, menanyakan gejala yang dialami warga, dan memberi arahan tentang langkah-langkah pencegahan sederhana.Program pemeriksaan kesehatan gratis ini mendapat sambutan positif. Warga menyebut layanan seperti ini sangat membantu untuk deteksi dini berbagai kondisi kesehatan, terutama bagi mereka yang jarang mengakses fasilitas medis.Selain kesehatan, Bupati Kanis Tuaq menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi lokal. Ia menyampaikan informasi tentang skema pembelian jagung, yang bertujuan mendukung kesejahteraan petani dan pelaku usaha di wilayah itu.“Pemerintah hadir untuk memastikan pelayanan menyentuh kebutuhan masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi,” ujar Bupati, menegaskan komitmen nyata pemerintah terhadap warga.Kegiatan ini, menurut pengamat lokal, menunjukkan bahwa interaksi langsung pejabat dengan masyarakat bisa membangun kepercayaan, sekaligus menjadi sarana untuk menilai efektivitas program pemerintah. Di Pasar Hadakewa, janji-janji pemerintah bukan hanya terdengar di meja rapat, tetapi juga terasa nyata bagi mereka yang sehari-hari menggantungkan hidup pada lapak dan jagung yang mereka tanam. (Prokompim/Kominfo Lembata)</description>
					                </item><item>
						                <title>Warga Lamaau Kesulitan Air Bersih, Pemda Lembata dan PT Cendana Indopearls Distribusi Air</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/warga-lamaau-kesulitan-air-bersih-pemda-lembata-dan-pt-cendana-indopearls-distribusi-air</link>
						                <description>Lembata — Warga Desa Lamaau, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, menghadapi kesulitan air bersih akibat kekeringan yang mulai melanda wilayah tersebut. Merespons kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Lembata berkolaborasi dengan PT Cendana Indopearls menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat, Jumat (17/4/2026).Sebanyak tiga mobil tangki dengan total kapasitas 15.000 liter air didistribusikan langsung kepada warga terdampak. Penyaluran dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata sebagai bagian dari upaya tanggap darurat menghadapi krisis air bersih.Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, yang turun langsung ke lokasi mengatakan, kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta menjadi langkah penting dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang mengalami kesulitan air bersih. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus diperkuat,” ujar Bupati Kanis.Pimpinan PT Cendana Indopearls, Haris, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam aksi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial.“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi sulit seperti sekarang. Air bersih adalah kebutuhan dasar, dan kami merasa terpanggil untuk membantu,” kata Haris.Ia menambahkan, pihaknya siap melanjutkan dukungan apabila kondisi kekeringan masih berlanjut, dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan BPBD.Warga menyambut baik bantuan tersebut. Saleh Solan, tokoh masyarakat Desa Lamaau, mengaku bantuan air bersih sangat membantu kebutuhan sehari-hari warga.“Terima kasih kepada pemerintah dan pihak perusahaan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang kesulitan air,” ujarnya.Hal serupa disampaikan Wati, warga setempat, yang mengaku kesulitan memperoleh air bersih dalam beberapa waktu terakhir.“Dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu untuk kebutuhan rumah tangga,” katanya.Kepala Pelaksana BPBD Lembata, Andris Koban, menjelaskan bahwa kekeringan yang terjadi dipengaruhi oleh perubahan iklim yang menyebabkan musim kemarau datang lebih awal dan lebih kering dari biasanya.“Berdasarkan peringatan dini dari BMKG, Lembata termasuk wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada 2026,” kata Andris.Ia menyebutkan, curah hujan di sejumlah wilayah NTT, termasuk Ile Ape Timur, berada pada kategori rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian. Kondisi ini berpotensi memicu krisis air bersih yang berkepanjangan, dengan puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga Oktober mendatang.Selain faktor iklim, kondisi di Ile Ape Timur juga dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok yang fluktuatif, sehingga turut berdampak pada ketersediaan sumber air di sejumlah desa, seperti Jontona, Lamatokon, dan Baolaliduli.Pemerintah daerah mengapresiasi keterlibatan sektor swasta dalam membantu masyarakat dan berharap kolaborasi serupa dapat terus dilakukan untuk mengatasi dampak kekeringan yang meluas di wilayah Lembata.“Diperlukan kerja bersama agar masyarakat dapat melewati kondisi ini dengan baik,” pungkas Bupati Kanis Tuaq. (Prokompim/Kominfo embata)</description>
					                </item><item>
						                <title>Skema Baru Selamatkan Petani Lembata: Jagung Tongkol Dibeli, Harga Dijamin, Pembayaran Tunai</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/skema-baru-selamatkan-petani-lembata-jagung-tongkol-dibeli-harga-dijamin-pembayaran-tunai</link>
						                <description>Lembata — Pemerintah Kabupaten Lembata mulai merealisasikan janji untuk mengatasi persoalan klasik yang dihadapi petani jagung, kebuntuan pasar saat panen raya. Lewat skema pembelian langsung oleh pemerintah daerah, jagung hibrida milik petani kini diserap tanpa perantara, sebuah langkah yang dinilai praktis namun masih menyisakan pertanyaan soal keberlanjutan.Program ini dijalankan di fasilitas Penanganan Pasca Panen dan Cadangan Pemerintah di kompleks CWC, Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Jumat (17/4/2026). Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, hadir langsung dalam pembelian perdana, memantau proses sekaligus memastikan pembayaran kepada petani berjalan transparan.Berbeda dari praktik umum, pemerintah tidak membeli jagung pipilan, melainkan jagung tongkol dengan kadar air tinggi, bahkan hingga 20 persen.Kebijakan ini memberi kelonggaran bagi petani yang selama ini kesulitan memenuhi standar kadar air rendah akibat keterbatasan fasilitas pengeringan.“Ini solusi jangka pendek agar petani tidak terus dirugikan saat panen,” kata seorang pejabat di Dinas Pertanian setempat.Harga pembelian ditetapkan berjenjang berdasarkan kadar air: di bawah 16 persen Rp4.000 per kilogram, 16–18 persen Rp3.500, 19–20 persen Rp3.250, dan di atas 20 persen Rp3.000. Skema ini memberi insentif bagi kualitas, namun tetap membuka ruang bagi jagung dengan kadar air lebih tinggi untuk terserap.Sejumlah petani mengaku terbantu. Monika Boi, petani asal Lamahora, menjual 2.240 kilogram jagung dengan kadar air 17 persen dan langsung menerima Rp7,84 juta. “Biasanya kami harus tunggu pembeli, bahkan bisa rugi karena harga jatuh,” ujarnya.Pengalaman serupa disampaikan Raymundus Bapa dari Jontona. Ia menjual 542 kilogram jagung berkadar air 15 persen dan menerima Rp2,16 juta secara tunai. “Sekarang lebih pasti, tidak ada tawar-menawar yang merugikan,” katanya.Setelah pembelian, jagung tidak langsung dipasarkan. Dinas Pertanian melakukan serangkaian proses lanjutan, mulai dari sortasi, pemipilan, hingga pengeringan bertahap, untuk menurunkan kadar air hingga sekitar 14 persen. Proses ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas dan meningkatkan nilai jual.Kepala bidang terkait, Mukthar Hada, menekankan bahwa pengeringan menjadi titik kritis dalam rantai pasok jagung di Lembata. “Kalau ini tidak dikelola baik, nilai ekonominya akan terus rendah,” ujarnya.Selanjutnya, jagung diserahkan ke Dinas Koperasi dan Perdagangan untuk diolah menjadi produk turunan seperti pakan ternak dan beras jagung.Pemerintah berharap hilirisasi ini dapat memperkuat ekonomi lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar luar daerah.Program pembelian ini dijadwalkan berlangsung rutin setiap Senin dan Kamis. Meski disambut positif, sejumlah pengamat menilai langkah ini masih bersifat intervensi jangka pendek yang membutuhkan dukungan sistemik, mulai dari infrastruktur pascapanen hingga akses pasar yang lebih luas.Tanpa itu, skema pembelian berisiko menjadi solusi sementara yang bergantung pada kemampuan fiskal daerah. Namun untuk saat ini, setidaknya, petani jagung di Lembata mulai merasakan kepastian, panen mereka tidak lagi terbuang tanpa harga. (Prokompim/Kominfo Lembata)</description>
					                </item><item>
						                <title>Indeks Kepuasan Masyarakat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tahun 2025</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/indeks-kepuasan-masyarakat-dinas-pertanian-dan-ketahanan-pangan-tahun-2025</link>
						                <description>Indeks Kepuasan Masyarakat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tahun 2025</description>
					                </item><item>
						                <title>Desa Cantik 2026 Diluncurkan: IPM Meningkat, Kemiskinan Masih Tinggi, Bupati Lembata Tekankan Pentingnya Data Akurat</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/desa-cantik-2026-diluncurkan-ipm-meningkat-kemiskinan-masih-tinggi-bupati-lembata-tekankan-pentingnya-data-akurat</link>
						                <description>Lembata — Badan Pusat Statistik (BPS) meluncurkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di Kabupaten Lembata sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola data hingga tingkat desa. Program ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.Peluncuran program tersebut berlangsung di halaman kantor Desa Lamatuka, Kecamatan Lebatukan, Selasa (14/4/2026), dan dihadiri Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, bersama Kepala BPS Kabupaten Lembata, Muhamad Sukin, dan jajaran perangkat daerah serta aparat desa.Berdasarkan laporan capaian kinerja makro yang diserahkan Pemerintah Kabupaten Lembata pada triwulan pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lembata pada 2025 tercatat sekitar 4,47 persen. Angka ini menunjukkan stabilitas ekonomi daerah yang terus membaik. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 69,70, mencerminkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat.Namun demikian, tingkat kemiskinan masih berada pada kisaran 23,27 persen. Kondisi ini menjadi tantangan utama yang perlu diatasi melalui kebijakan yang lebih terarah dan berbasis data. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 1,37 persen dan inflasi daerah relatif terkendali.Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kanis menekankan bahwa data yang akurat menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan pembangunan.“Pembangunan harus berbasis data. Tanpa data yang akurat, kebijakan berisiko tidak tepat sasaran,” ujar Bupati.Program Desa Cantik yang diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Lembata bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengumpulkan, mengelola, dan memanfaatkan data. Pada 2026, desa yang menjadi lokus program ini diantaranya Lamatuka, Baopana, dan Muruona.Menurut Bupati, program ini sejalan dengan kebijakan nasional Satu Data Indonesia serta mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah dan pemerintah desa untuk memperkuat sinergi dalam mendukung sistem statistik nasional hingga ke tingkat desa.Selain itu, Bupati Kanis menyinggung rencana pelaksanaan sensus sosial ekonomi nasional pada Mei 2026. Ia menilai kesiapan data dari desa akan sangat menentukan kualitas hasil sensus dan berdampak pada arah kebijakan pembangunan.Akhir dari kegiatan Pencanangan Desa Cantik 2026 ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan piagam oleh Bupati Lembata bersama Kepala BPS, Muhamad Sukin, Camat Lebatukan dan Ile Ape, serta perwakilan organisasi perangkat daerah terkait.Melalui program ini, BPS bersama pemerintah daerah berharap pengelolaan data di tingkat desa semakin baik, sehingga mampu mendukung pembangunan yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Prokompim/Kominfo Lembata)</description>
					                </item><item>
						                <title>Bupati Lembata Promosikan “Hidden Gem” Pariwisata di Festival Lamaholot, Data Kunjungan Jadi Sorotan</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/bupati-lembata-promosikan-“hidden-gem”-pariwisata-di-festival-lamaholot-data-kunjungan-jadi-sorotan</link>
						                <description>Kupang — Kehadiran Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, dalam pembukaan Festival Lamaholot di GOR Oepoi, Jumat (10/4/2026), tak sekadar seremoni budaya. Di balik itu, terselip agenda strategis: memasarkan potensi pariwisata Lembata yang selama ini disebut sebagai the authentic hidden gem di Nusa Tenggara Timur.Dalam seminar yang menghadirkan sejumlah kepala daerah seperti Antonius Doni Dihen dan Sekda Alor Obeth Bolang, Bupati Kanis Tuaq memaparkan arah pembangunan pariwisata Lembata dalam kerangka RPJMD 2025–2029. Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan ekonomi kerakyatan berbasis nelayan, tani, dan ternak.“Pariwisata Lembata dibangun dari keaslian, budaya, alam, dan masyarakatnya. Ini bukan sekadar destinasi, tetapi pengalaman,” ujar Bupati Kanis dalam forum tersebut.Paparan Bupati Lembata mengungkap dua wajah pariwisata daerahnya. Di satu sisi, kunjungan wisatawan nusantara menunjukkan tren positif. Data Dinas Pariwisata mencatat lonjakan dari 36.831 kunjungan pada 2024 menjadi 42.265 pada 2025, kenaikan yang dipicu oleh event seperti Festival Lamaholot dan penguatan destinasi desa wisata.Namun, di sisi lain, kunjungan wisatawan mancanegara justru mengalami penurunan tajam hingga 80,71 persen pada 2025. Faktor minimnya kunjungan kapal pesiar dan keterbatasan event akibat efisiensi anggaran disebut sebagai penyebab utama.Kontras ini menimbulkan pertanyaan: sejauh mana strategi promosi pariwisata Lembata benar-benar menjangkau pasar global?Dalam presentasinya, Bupati Kanis Tuaq secara terbuka membandingkan posisi Lembata dengan Labuan Bajo. Jika Labuan Bajo telah unggul dalam infrastruktur, branding digital, dan kualitas SDM, maka Lembata masih menghadapi sejumlah kendala klasik."Aksesibilitas dan amenitas yang terbatas, promosi digital yang belum terintegrasi, ekosistem ekonomi kreatif yang belum optimal, dan kualitas SDM pariwisata yang masih perlu ditingkatkan," ungkap Bupati Kanis.Meski demikian, ia menekankan bahwa keunikan Lembata justru terletak pada autentisitasnya, mulai dari tradisi perburuan paus di Lamalera, pasar barter Wulandoni, hingga bentang alam seperti Pulau Awololong dan kawasan geothermal Watuwawer.Pemerintah Kabupaten Lembata menempatkan penguatan sektor pendukung pariwisata sebagai salah satu dari 20 program prioritas unggulan. Strateginya meliputi: Pengembangan desa wisata (12 desa dan 3 kawasan wisata), Penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, Promosi melalui event daerah dan nasional, Kolaborasi dengan sektor swasta, dan Digitalisasi pemasaran melalui platform media sosial resmi.Festival Lamaholot sendiri diposisikan sebagai bagian dari upaya konsolidasi besar masyarakat Lamaholot lintas wilayah, termasuk Kabupaten Lembata, Flores Timur, dan Alor, untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.Meski arah kebijakan terlihat jelas di atas kertas, tantangan implementasi tetap menjadi pekerjaan rumah. Infrastruktur dasar, konektivitas transportasi, hingga konsistensi penyelenggaraan event dinilai akan menjadi penentu keberhasilan.Kehadiran langsung Bupati Lembata dalam forum ini setidaknya mengirim sinyal kuat bahwa pemerintah daerah ingin mengambil peran aktif, bukan sekadar simbolik, dalam mengangkat pariwisata sebagai motor ekonomi baru.Festival Lamaholot pun kini tak hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga arena uji bagi keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab satu pertanyaan mendasar, apakah Lembata siap naik kelas dari destinasi tersembunyi menjadi tujuan wisata unggulan? (Prokompim/Kominfo Lembata)</description>
					                </item><item>
						                <title>Hadiri Festival Lamaholot, Bupati Lembata Tegaskan Dukungan Pemerintah terhadap Eksistensi Budaya dan Transformasi Ekonomi</title>
						                <link>https://lembatakab.go.id/situs/berita/detail/hadiri-festival-lamaholot-bupati-lembata-tegaskan-dukungan-pemerintah-terhadap-eksistensi-budaya-dan-transformasi-ekonomi</link>
						                <description>​Kupang — Kehadiran Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, dalam pembukaan Festival Lamaholot di GOR Oepoi Kupang, Jumat (10/4/2026), menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata dalam menjaga eksistensi budaya Lamaholot. Kehadiran orang nomor satu di Lembata ini sekaligus menyelaraskan visi daerah dengan agenda Pemerintah Provinsi untuk menjadikan budaya sebagai pilar pembangunan.​Dalam acara tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kekuatan budaya Lamaholot harus segera ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi yang nyata dan produktif.​​Gubernur Laka Lena menekankan bahwa Lamaholot memiliki modal sosial yang sangat kuat. Jika dikelola secara tepat dan terstruktur, potensi tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.​“Lamaholot adalah kekuatan budaya yang luar biasa. Ini bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang besar jika kita kelola dengan baik dan terarah,” tegas Gubernur di hadapan para tamu undangan.​Ia mengakui bahwa pendekatan pembangunan berbasis wilayah sering kali menghadapi kendala teknis, namun pendekatan berbasis budaya memiliki daya rekat yang kuat untuk menyatukan masyarakat lintas daerah, termasuk antara masyarakat di Flores Timur, Lembata, dan Alor.​Kehadiran Bupati P. Kanisius Tuaq di tengah para tokoh, termasuk Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Anggota DPR RI Ahmad Yohan, dan Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, memperkuat pesan bahwa pemerintah kabupaten siap mendukung pengelolaan potensi budaya agar menciptakan nilai tambah bagi kesejahteraan warga.​Gubernur berharap, ikatan kekerabatan yang menjadi ciri khas masyarakat Lamaholot tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan diarahkan menjadi kekuatan yang lebih produktif, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan NTT.​Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, selaku Penasihat Keluarga Besar Lamaholot, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan nilai-nilai positif."Kita harus terus menggaungkan semangat Lamaholot sebagai ​identitas utama dalam membangun daerah ini. Tangguh, cerdas, pekerja keras, jujur, dan disiplin harus menjadi nafas pembangunan," ujarnya.Ia juga menekankan pentingnya Festival Lamaholot bagi Generasi Muda dalam memperkuat identitas budaya. Festival ini diharapkan menjadi momentum mempersiapkan generasi muda agar lebih aktif berperan dalam pembangunan daerah. Karena itu, ada dorongan kuat agar Festival Lamaholot diusulkan menjadi agenda tahunan tetap di tingkat Kementerian Kebudayaan.​Ketua Keluarga Besar Lamaholot Kupang, Don Ara Kian, mengungkapkan bahwa festival ini merupakan perwujudan kerinduan masyarakat Lamaholot di Kupang untuk berkumpul dan berdiskusi. Momentum ini menjadi wadah konsolidasi untuk merumuskan langkah bersama bagi kemajuan daerah asal melalui semangat persaudaraan yang kokoh. (Prokompim/Kominfo Lembata)</description>
					                </item></channel>
  	</rss>